Bintang Jatuh 03


“Tapi kan kata orang-orang kalau ada bintang jatuh kita harus berdoa, karena pada saat itu doa kita akan dikabulkan”
“Itu hanya mitos saja Nak. Kebenarannya masih perlu dipertanyakan”
Dayat mencoba menerima pemahaman yang dijelaskan emaknya. Nalarnya mengiyakan perkataan yang disampaikan perempuan penyemangat hidupnya itu, walaupun hatinya masih diikat oleh dokrin orang-orang terdahulu itu“
“Waktu bintang jatuh kemarin, Dayat minta apa ?”
Dayat terdiam mendengar pertanyaan emaknya.
“Dayat minta sepatu baru Mak” jawab Dayat memberanikan diri mengatakan keinginan yang sebenarnya.
Aminah terharu mendengar perkataan anak sulungnya itu. Ia bukanlah tidak mau membelikan sepatu sekolah yang baru untuk anaknya, namun keadaan yang membuatnya tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan anak yang polos itu. Hati Aminah sangat iba ketika menatap raut wajah anaknya yang sedang menginginkan sepatu baru itu.
“Iya sayang, emak paham. Nanti kalau kita sudah ada rejeki, baru dibelikan ya”
“Iya Mak”

Anak itu hanya bisa berharap dan berdoa. Ia tak akan mampu memaksakan kehendak. Ia paham akan kondisi keluarganya. Ia mengerti akan kondisi ekonomi kedua orangtuanya. Ia hanya bisa bersabar ketika harapannya tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan.

Bersambung.....

Bintang Jatuh 02


Pada suatu malam, Dayat kembali melihat bintang yang hendak jatuh. Anak itu tidak lagi menghiraukannya. Ia tampak sudah sangat benci kepada benda-benda angkasa itu. Ia beranggapan, semua bintang itu hanya mampu memberi harapan palsu. Keinginannya yang kemarin saja belum dipenuhi. Saat itu ia berdoa dalam hati agar bisa mendapat sepatu sekolah baru karena sepatu yang dulu dibelikan emaknya sudah tidak bagus lagi. Itulah sebabnya ia sangat berharap pada meteor lima siku yang sedang jatuh kemarin. Ia tidak meminta emas permata. Ia hanyalah meminta kebutuhan pokok saja. Tapi, bintang itu hanya mampu menghidangkannya kekecewaan yang meninggalkan bekas harapan mendalam.
 “Lihat, itu ada bintang jatuh lagi” ujar Aminah kepada anaknya yang sedang duduk di sebelah kanannya.
“Aku tidak suka melihatnya lagi” jawab Dayat dengan angkuh.
“Kenapa ?”
“Mereka hanya mampu memberi harapan palsu”
“Maksudnya ?”
“Permintaanku yang kemarin saja belum dikabulkan”
Perempuan itu tampak tersenyum mendengar jawaban anaknya.
“Bintang itu tidak akan pernah bisa memberi apa-apa kepada kita Nak, walaupun ia sedang jatuh sekalipun”
“Maksud emak ?”

“Yang mampu mengabulkan doa itu hanya tuhan, Sang Pemilik Alam”

Bersambung.....

Bintang Jatuh 01

Bintang Jatuh



Gantungkan mimpimu setinggi bintang di langit, untaian kalimat yang selalu Dayat dengar dari lisan kedua orangtuanya. Kata-kata itu bahkan selalu menemani hari-hari anak yang polos itu di sekolah, di tempat bermain dan di jalan raya.
“Kelak kamu akan bersinar seperti bintang itu” ujar ayahnya kepada Dayat sembari menunjuk salah satu bintang yang sedang berbaris mengitari bulan pada malam terang.
Dayat menganggukkan kepala pertanda mengiyakannya.
Bintang identik impian. Tidak hanya Dayat, semua teman sepermainannya selalu berkata, suatu saat mereka ingin menjadi bintang. Bisa menerangi malam. Bisa berkelap-kelip. Bisa memberi kepuasan tersendiri bagi orang yang memandang. Mereka tak pernah jemu tuk menatap bintang yang selalu menghiasi angkasa raya. Anak-anak desa itu percaya, kelak  mereka akan menjelma seperti bintang yang selalu mereka saksikan setiap malam.
Ketika duduk sendirian di halaman rumah, Dayat melihat bintang meluncur dari langit. Meteor persegi lima itu memperlihatkan cahaya keemasannya ketika hendak mendarat ke bumi. Dayat tidak mau melewatkan momen yang sangat berharga ini. Ia tutup kedua matanya. Di dalam hati, ia panjatkan sebuah keinginan bersamaan dengan jatuhnya bintang itu.
“Dayat kenapa mengedipkan mata ?” ujar Aminah tiba-tiba menghampiri anaknya.
“Di sana ada bintang jatuh Mak” jawab Dayat sambil menatap sorot kelam tatapan emaknya.
“Dayat sedang meminta keinginan ?”
“Iya Mak”
“Yang penting bermohonnya tetap kepada tuhan”
“Maksud emak ?”
“Suatu saat kamu akan mengerti”

***

Bersambung.....

Cara Jitu Dapatkan Uang dari Blog

Cara Jitu Dapatkan Uang dari Blog


Salah satu cara paling jitu untuk mendapatkan uang adalah dengan memasang iklan Google Adsense di Blog sobat. Google Adsense merupakan penyedia iklan yang sudah bekerjasama dengan berbagai perusahaan. Jika sobat Kamp sudah mendaftarkan Blog di Google Adsense, maka iklan akan muncul di blog sobat, dan sobat akan di bayar sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan oleh pihak Google. Pengambilan uang bisa melalui rekening bank atau western union di kantor pos.

Ini Defenisi Blog Yang Wajib Blogger Tahu...!!!

Ini Defenisi Blog Yang Wajib Blogger Tahu...!!!


Blog adalah singkatan dari weB LoG, yaitu suatu bentuk Aplikasi Web atau sebuah situs halaman di internet yang memuat tulisan-tulisan berupa informasi, catatan harian, tips dan sebagainya. Tujuan dari pembuatan blog adalah untuk menyampaikan berita, berbagi informasi maupun hanya sekadar untuk menulis kegiatan sehari-hari. Orang yang menggunakan (Penulis) Blog disebut sebagai Blogger. Adapun macam-macam Platform penyedia Blog antara lain: Blogspot, Wordpress, Tumbrl dan lain-lain.

Asma Nadia, Sang Penulis Novel Terkenal

Asma Nadia, Sang Penulis Novel Terkenal

Photo: Antaranews

A.      Mengenal Asma Nadia Lebih Dekat
Asmarani Rosalba atau yang lebih dikenal dengan nama Asma Nadia adalah seorang penulis yang lahir di Jakarta pada tanggal 26 Maret 1972. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, ia telah menulis lebih dari 50 buku. Maka tidak heran kalau perempuan berjilbab ini dapat menyabet berbagai penghargaan, baik nasional maupun regional.
Asma Nadia aktif menulis dan mempublikasikan karyanya semenjak lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta. Sasarannya, adalah berbagai majalah keislaman. Setelah lulus dari SMA ini ia melanjutkan kuliah ke Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Namun ia harus berhenti di tengah jalan karena penyakit yang dideritanya.
Sejak kecil Asma Nadia memang sudah sakit-sakitan, ia pernah sakit paru-paru, jantung dan tumor, akan tetapi penyakit ini tidak membuatnya menyerah dalam hidup. Ia tetap tegar walaupun penyaitnyaa kambuh sewaktu-waktu.
Disaat penyakitnya kambuh, ia menuangkan imajinasi dan isi hatinya ke dalam tulisan-tulisan indah yang sarat akan makna. Ia tetap menulis walau bagaimanapun penyakit ganas yang menyerangnya dari berbagai sudut kehidupan. Kini ia telah menjadi penulis hebat yang memberi manfaat bagi khalayak, melalui karya-karya nya orang banyak bisa belajar tentang arti sebuah hidup. Semoga kita bisa menauladani semanagt hidup beliau ini

B.  Karir Asma Nadia

Asma mempunyai obsesi untuk terus menulis. Itulah sebabnya, ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Di samping itu, dorongan dan semangat yang diberikan keluarga dan orang yang menyayanginya memotivasi Asma untuk terus menulis. Asma tetap aktif mengirimkan tulisannya ke majalah Islam. Sebuah cerpennya yang berjudul "Imut" dan "Koran Gondrong" pernah memenangi juara I Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan majalah Aninda (1994 dan 1995).
Di samping menulis cerita fiksi, Asma Nadia juga aktif menulis lirik lagu. Sebagian lirik lagunya terdapat di album "Bestari I"(1996), "Bestari II"(1997), dan "Bestari III"(2003). Snada The Prestation, Air Mata Bosnia, Cinta Ilahi, dan Kaca Diri. Asma Nadia juga pernah mengikuti Pertemuan Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darusalam, bengkel kerja kepenulisan novel yang diadakan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera).
Dari hasil kegiatan kepenulisan Mastera, Asma Nadia menghasilkan novel yang berjudul Derai Sunyi. Sebagai anggota ICMI, Asma Nadia juga pernah diundang untuk mengisi acara bengkel kerja kepenulisan yang diadakan ICMI, orsat Kairo. Kesibukan Asma Nadia sekarang selain sebagai penulis fiksi, ia memimpin Forum Lingkar Pena, sebuah forum kepenulisan bagi penulis muda yang anggotanya hampir ada di 25 provinsi di Indonesia.
Asma juga sering menjadi pemandu acara pada acara yang bernuansa keislaman. Kini, Asma juga sibuk dengan pekerjaannya sebagai direktur Yayasan Prakasa Insan Mandiri (Prima). Ia juga sibuk mengadakan berbagai paket kegiatan anak melalui prime kidsdan memberi kursus bahasa Inggris.

C.  Karya-Karya Asma Nadia

v    Cerpen 
1. Lentera (An-Najah, 1999)
2. Serial Aisyah Putri 1-- 4 (Asy Syaamil)
3. Ola si Koala (Asy Syaamil)
4. Titian Pelangi (Mizan)
5. Dialog Dua Layar (Mizan)
6. Cinta Tak Pernah Menari (Gramedia Pustaka Utama)

v    Novel
1. Serenada Biru Dinda (Asy Syaamil)
2. Pesantren Impian ( Asy Syaamil)
3. Derai Sunyi (Mizan)
4. Putri di Antara Peri Cantik (Lingkar Pena Publising)
D. Penghargaan
1. Penghargaan Buku Remaja Terbaik 1 (2001) untuk bukunya Rembulan di Mata 
2. Penghargaan sebagai pengarang fiksi remaja terbaik dari Mizan Award        (2003) untuk  kumpulan cerpen terbaik majalah AnnindaMerajut Cahaya (Pustaka Anninda)
3. Pengarang Terbaik Nasional penerima Adikarya Ikapi Award tahun 2000, 2001, dan 2005
4.  Peraih Penghargaan dari Matera tahun 2005
 5. Anugrah IBF Award sebagai novelis islami terbaik tahun (2008)
6. Peserta terbaik lokakarya perempuan penulis naskah drama yang diadakan FIB UI dan Dewan Kesenian Jakarta.

“Doa adalah titik embun yang menjelma cahaya, manakala mimpimu gulita atau harapan tak menemukan jalannya”

-Asma Nadia-

Joko Widodo Sang Presiden yang Sangat Dekat dengan Rakyat

Joko Widodo
Sang Presiden yang Sangat Dekat dengan Rakyat


 Ketika berkunjung di 
Pesantren Musthafawiyah Purbabaru

A.      Lahir dari Orangtua Penjual Kayu

Joko widodo lahir di Solo pada tanggal 21 Juni 1961. Sesaat setelah Jokowi lahir, orangtuanya memboyong Jokowi kecil untuk menetap di Srambatan. Kemudian orangtuanya kembali memboyong Jokowi untuk pindah dan mengontrak rumah di kawasan Dawung Kidul di bantaran kali Premulung. Tak lama berselang, Jokowi dan ketiga saudara perempuannya harus pindah ke Munggung, daerah bantaran kali Pepe.

Saat Jokowi berusia lima tahun, karena tidak memiliki biaya untuk membeli rumah, ayah Jokowi kembali harus memboyong istri dan anak-anaknya untuk menetap sebagai penghuni liar di pasar kayu dan bambu di Gilingan yang berada di selatan bantaran kali Anyar.

Di tempat inilah orangtua Jokowi mencari kayu sambil berjualan gergajian kayu untuk bahan baku perabot rumah tangga, seperti kursi, meja, dan lain sebagainya dengan harga yang terjangkau untuk kalangan bawah.

Sebagai anak yang tumbuh dari keluarga miskin, Jokowi muda tidaklah pesimis dalam menjalani kehidupan, justri ia selalu optimis suatu saat nanti akan bisa keluar dari jerat kemiskinan. Sekarang telah ia buktikan, bahwa kemiskinan bisa diberantas jika kita mau. Saat ini Jokowi telah menjadi orang nomor satu di ibukota, Jakarta.

B.       Pemimpin Yang Sangat Dekat Dengan Rakyat

Terpaan hidup yang keras telah membentuk karakter Jokowi menjadi manusia yang sederhana dan menghargai martabat manusia lainnya. Kecerdasan dan rasa empati yang tinggi telah membuat dirinya disenangi semua kalangan, mulai dari kalangan paling bawah sampai kalangan elit sekalipun.

Jokowi sangat peduli dengan nasib dan kondisi rakyatnya, ia selalu pergi blusukan ke tempat-tempat kumuh dan gang-gang sempit. Ia tidak malu pergi blusukan mencari tahu apa yang sedang dialami dan dirasakan oleh rakyatnya. Jokowi sangat berbeda dengan pemimpin pada umumnya yang tidak ambil pusing akan nasib rakyat jelata yang hidup di pemukiman-pemukiman kumuh.

Kesederhanaan inilah yang membuat Jokowi cepat disenangi rakyat sekaligus menjadi nilai plus baginya ketika menjabat. Tidak dipungkiri juga karena kesederhanaan ini, karirnya di kancah politik semakin cemerlang. Belum habis jabatannya sebagai walikota Solo, beliau telah dipercaya rakyat menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan masih belum sampai dua tahun jabatannya sebagai gubernur, ia telah berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia. Luar biasa bukan?

C.      Kenangan diwaktu susah

Jokowi telah merasakan pahit manis kehidupan, banyak saat susah yang ia alami ketika masa silam. Sebagai contoh, saat duduk di bangku kelas IV SD, Jokowi bersama keluarganya harus kembali pindah rumah karena rumah mereka digusur oleh pemerintah kota Surakarta tanpa pemberitahuan sebelumnya. Waktu itu daerah tersebut akan dijadikan terminal oleh pemerintah kota.

Akhirnya mereka pindah dan hanya diberikan sepetak tanah di tempat baru, tanpa diberikan uang untuk membeli bahan bangunan untuk membangun rumah yang dirobohkan sebelumnya. Karena tidak memiliki biaya untuk membangun rumah, orangtua Jokowi pun membawa mereka tinggal di rumah kakak lelaki dari garis keturunan ibunya.

Ketika menumpang di rumah pakde nya itu, ayah Jokowi bekerja serabutan. Mulai dari mencari kayu untuk digergaji sampai menjual bambu. Di tempat ini keluarga Jokowi tingggal selama setengah tahun, saat kelas lima SD orangtuanya membawa mereka pindah ke sebuah rumah di sebelah barat Manahan. Setelah lulus SD pada tahun 1974, Jokowi melanjutkan sekolahnya ke SMP Negeri 1 Surakarta di sebelah timur Manahan. Sama halnya ketika SD Jokowi selalu menjadi juara kelas ketika belajar di SMP ini.

“Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi lebih sering ketakutanlah yang membuat jadi sulit. Jadi jangan mudah menyerah!”

-Jokowi-

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online