Home » , » Asal Usul Marga Batubara, Daulae dan Matondang di Mandailing, Anda Wajib Tahu...!!!

Asal Usul Marga Batubara, Daulae dan Matondang di Mandailing, Anda Wajib Tahu...!!!

Asal Usul Marga Batubara, Daulae dan Matondang di Mandailing, Anda Wajib Tahu...!!!
Sumber: “Buku Kisah Asal Usul Marga di Mandailing” 
Terbitan Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing (YAPEBUMA) Tahun 1986; Medan ; Hal 42-25


Hai Sobat Kamp, Sobat udah tau gak asal-usul orang-orang yang bermarga Batubara, Daulae dan Matondang itu dari mana ?. Apa ??? Belum tau ???. Sobat Kamp harus wajib tahu tentang asal-usul marga sendiri…!!!. Simak ulasan berikut…!!!

Menurut satu keterangan, orang-orang bermarga Batubara di tanah Mandailing Sumatera Utara, berawal dari kisah berpindahnya serombongan orang dari daerah Batubara (Dulu masuk dalam wilayah Kabupaten Asahan/Sekarang telah dimekarkan menjadi Kabupaten Batubara).

Rombongan orang yang berpindah itu dipimpin oleh dua orang bersaudara yang masing-masing bernama Parmata Sopiak dan Datu Bitcu Rayo. Setelah lama berjalan pada suatu ketika rombongan tersebut sampai di daerah Barumun. Di tempat itu mereka membuka perkampungan yang kemudian di beri nama Binabo. Tempat tersebut terletak kurang lebih 2 kilo meter jauhnya dari Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas.

Parmato Sopiak mempunyai dua orang putera, masing-masing bernama Si Lai dan Si Tondang. Dari nama kedua tokoh inilah diduga lahirnya nama marga Daulai dan Matondang, yang dilihat masih satu garis keturunan dengan orang-orang bermarga Batubara.

Saudara Parmato Sopiak, yakni Datu Bitcu Rayo mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Si Baru dan seorang anak perempuan bemama Boru Matondang Na Sambilan Jeges. Berdasarkan namanya, puteri Datu Bitcu tersebut diduga sangatlah cantik parasnya.

Setelah orang-orang yang pindah dari Batubara itu berkembang di Binabo (Barumun), meninggallah Parmato Sopiak di desa tersebut. Makamnya sekarang terletak di Tor Parginciran, dan sekitar tahun 1981 telah dipugar oleh keturunannya yang bermarga Batubara, Daulae dan Matondang.

Sesudah Parmato Sopiak meninggal dunia, puteranya Si Lai dan Si Tondang pergi meninggalkan Binabo untuk mencari daerah baru. Dan akhirnya mereka membuka suatu tempat pemukiman baru yang bernama Pintu Padang. Selanjutnya di tempat itu keturunan mereka berkembang dengan marga Daulae dan Matondang.

Sementara itu saudara Parmato Sopiak yang bernama Datu Bitcu meninggalkan daerah Barumun dan pergi ke daerah Mandailing. Di situ ia meminta tanah untuk dibuka menjadi tempat pemukiman. Yang memberikan tanah kepada Datu Bitcu ialah Raja Dandani Lubis yang pada masa itu berkuasa di Roburan.

Tanah yang diberikan oleh Raja Dandani Lubis kepada Datu Bitcu tersebut, letaknya tidak begitu jauh dari Roburan. Di tempat itulah Datu Bitcu membuka perkampungan yang kemudian hari bernama Pagaran Tonga. Lama kelamaan berkembanglah orang-orang yang tinggal bersama Datu Bitcu di Pagaran Tonga, dan mereka bermarga Batubara. Kemungkinan nama marga itu mereka ambil dari nama daerah asal mereka dahulu kala, yaitu Batubara, dari daerah kabupaten Asahan (Sekarang Menjadi Kabupaten Batubara).

Tanpa diketahui sebab-sebabnya, menurut sebuah cerita, pada suatu masa terjadilah perselisihan antara sesama orang yang bermarga Batubara di Pagaran Tonga itu. Oleh karena perselisihan tersebut, sebagian mereka akhirnya pergi meninggalkan Pagaran Tonga dan berpindah ke desa-desa Pagaran Korsik, Tano Bato, Hutarimbaru dan ada juga yang sampai ke Huta Pungkut dan Huta Na Godang.

Sampai saat ini, di desa-desa yang telah disebutkan di atas, memang sangat banyak penduduknya yang bermarga Batubara. Keturunan mereka di kemudian hari ada yang menjadi tokoh terkemuka, seperti misalnya almarhum Adam Malik yang berasal dari Huta Pungkut Julu.

Karena penduduk yang bermarga Batubara semakin banyak yang meninggalkan Pagaran Tonga, maka mereka yang masih tinggal di desa itu akhimya mengambil keputusan untuk menyerahkan desa tersebut kembali kepada raja di Roburan, karena raja dari Roburanlah yang dahulu memberikan tanah perkampungan itu kepada Datu Bitcu. Setelah Pagaran Tonga diserahkan kepada kerajaan Roburan, maka raja mengirim keluarganya yang bermarga Lubis untuk meniadi raja di Pagaran Tonga. Raja tersebut bernama Sutan Namora Lubis. Datu Bitcu sendiri yang membuka Pagaran Tonga, menurut cerita meninggal dan dimakamkan di tempat tersebut.

Demikianlah secara ringkasan kisah asal-usul marga Batubara, Daulae dan Matondang di Mandailing, seperti yang diungkapkan oleh Mangaraja Lelo Lubis di dalam bukunya “Sopo Godang dan Salipi MandaiIing“. Dari kisah ini dapat disimpulkan bahwa orang-orang yang bermarga Batubara, Daulae dan Matondang di Mandailing adalah keturunan Parmato Sopiak dan saudaranya Datu Bitcu Rayo. Mereka yang menggunakan marga Batubara mungkin adalah keturunan Datu Bitcu Rayo yang pernah berdiam di Pagaran Tonga. Sedangkan mereka yang menggunakan marga Daulae adalah kemungkinan mengambil nama marga tersebut dari nama anak Parmato Sopiak yang bernama Si Lai. Sedangkan mereka yang menggnnakan marga Matondang kemungkinan mengambil nama putera Parmato Sopiak yang bemama Si Tondang.


Begitulah sobat Kamp satu keterangan yang menjelaskan tentang asal-usul dari orang-orang yang bermarga Batubara, Daulae dan Matondang. Sobat Kamp harus bangga ya dengan identitas marga yang kita punya. Apapun marga anda, kita semua tetap saudara….!!!

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online