Home » » Beban Pikiran 01

Beban Pikiran 01

Beban Pikiran


Saat ini Aminah belum bisa pergi ke sawah karena bayinya yang masih kecil. Hasan akhirnya mengambil alih pekerjaan istrinya itu. Setelah pulang menderes karet dari ladang, lelaki bertubuh kurus itu terpaksa harus pergi ke sawah setiap harinya. Sebelumnya, ia memang pergi ke sawah juga untuk membantu Aminah, namun tidak setiap hari seperti sekarang ini.

Mengerjakan dua pekerjaan dalam satu waktu bukanlah perkara yang mudah. Butuh kesabaran. Butuh perjuangan. Butuh pengorbanan. Walaupun Hasan menjalani pekerjaan berat itu, namun ia tidak pernah memperlihatkan rasa letihnya kepada Aminah, istrinya. Ia sadar mencari nafkah adalah tanggung jawab seorang suami. Seorang istri tidaklah mempunyai kewajiban untuk mengerjakan itu. Kewajiban seorang istri hanyalah melayani dan menjaga amanah suami dengan sebaik-baiknya. Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga terkadang tidak mengizinkan seorang istri hanya berdiam diri di rumah saja, sehingga banyak perempuan-perempuan perkasa yang harus turut meringankan beban yang ditanggung oleh suaminya.

Dulu Hasan pernah berniat untuk tidak mengizinkan istrinya bekerja. Apa hendak dikata, hasil keringatnya menderes di ladang milik orang lain sering tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidup keluarga. Menderes karet ladang orang lain bukanlah seperti menderes karet milik sendiri. Hasil dari karet yang dideres harus disetor sebagian kepada si pemilik ladang. Setiap minggu Hasan wajib menyetor hasil kerjanya dengan hitungan dua banding satu. Dua bagian untuknya, satu bagian untuk pemilik ladang. Sekiranya ia mendapatkan hasil karet seminggu sejumlah tiga ratus ribu, ia akan menyetor seratus ribu kepada pemiliknya dan sisanya senilai dua ratus ribu menjadi bagiannya.


Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online