Home » » Beban Pikiran 04

Beban Pikiran 04


Aminah mencoba memaklumi jika suaminya itu tidak mau menceritakan masalah yang sedang ia sembunyikan. Toh, suaminya itu adalah seorang yang baik. Jika Hasan mempunyai masalah yang dianggapnya perlu tuk diceritakan kepada istrinya, lelaki itu pasti akan menceritakannya.
“Bang. Bagaimana sekarang kondisi padi kita di sawah ?” ujar Aminah mencoba mencairkan suasana.
“Bulir padinya sudah mulai mekar Aminah”
“Syukurlah Bang”
“Mungkin tidak lama lagi kita akan mamuro[1] agar unggas tidak menghabiskan padi-padi itu. Itulah salah satu yang membebani pikiran abang saat ini. Abang takut padinya nanti dihabisi unggas jika tidak dijaga seharian. Di sisi lain setiap hari abang harus terlebih dahulu ke ladang untuk menderes karet”
“Tidak usah terlalu dipikirkan Bang. Nanti pasti ada jalan keluarnya”
“Iya Aminah abang senang dengan jawabanmu”
Aminah kini sudah paham akan beban pikiran yang sedang menggrogoti kepala suaminya itu. Mengerjakan dua pekerjaan, itulah akar masalahnya, terlebih-lebih sawah mereka tidak lama lagi akan menguning dan perlu penjagaan ekstra agar tidak habis dimakan unggas.

Bersambung.....




[1] Bahasa Mandailing, artinya menjaga padi yang sudah mulai berbulir agar tidak dihabisi unggas 

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online