Home » , » Di Dunia Bahagia, Di Akhirat Masuk Surga

Di Dunia Bahagia, Di Akhirat Masuk Surga

Di Dunia Bahagia, Di Akhirat Masuk Surga


Semua manusia pasti menginginkan kebahagiaan hidup di dunia, terlebih-lebih di akhirat kelak. Tidak seorangpun yang menginginkan kesulitan di dalam hidupnya baik selama berada di dunia ini, maupun di akhirat nanti.
Kebanyakan manusia ingin masuk surga akan tetapi ia tidak mau menggapai ridha Allah SWT, bahkan terkadang tanpa disadari manusia telah mengundang murka Allah karena telah melanggar larangan-larangan-Nya. Jika kita menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, seharusnyalah kita menggapainya dengan usaha semaksimal mungkin.
Kesulitan demi kesulitan pasti akan dirasakan oleh orang-orang yang tidak mau berusaha menggapai kebahagiaan. Apa yang seharusnya kita lakukan agar kemudahan dan keinginan bisa tercapai?. Sudah sejauh mana usaha yang kita lakukan agar keinginan itu dapat tercapai?. Lantas bagaimanakah caranya agar kemudahan demi kemudahan dan keberuntungan demi keberuntungan dapat kita peroleh?. Sebagai orang yang beriman, mari kita renungkan arti firman Allah SWT berikut ini:
“Adapun orang-orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah” (QS.Al-Lail:5-7).
Berdasarkan firman Allah SWT di atas, jawaban dari pertanyaan sebelumnya telah kita dapatkan. Yakni bagaimana agar kebahagiaan, kemudahan dan keberuntungan dapat kita peroleh?. Jawabannya, kita harus mengerjakan tiga poin berikut:
1.    Menafkahkan harta yang kita miliki di jalan Allah
2.    Bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla
3.    Membenarkan adanya pahala dan surga
Poin pertama adalah menafkahkan harta di jalan Allah SWT. Poin ini haruslah dikerjakan agar kita memperoleh kemudahan dan kebahagiaan hidup dunia akhirat. Banyak orang kaya yang tidak mau menafkahkan harta yang ia miliki di jalan Allah.
Harta yang kita sedekahkan kepada orang lain hakikatnya tidaklah berkurang akan tetapi harta itu akan bertambah, bertambah dan bertambah. Allah akan membalasnya dengan balasan yang setimpal di akhirat kelak. Oleh karena itu kita tidak boleh takut jika harta yang kita sedekahkan akan berkurang. Mari kita membantu orang yang membutuhkan dengan memberikan sedikit harta yang kita miliki. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Urwah bin Zubair, sesungguhnya beliau bersabda, yang artinya:
“Orang yang dermawan itu dekat kepada Allah Azza wa Jalla, dekat pada surga, dekat dengan manusia dan jauh dari neraka”
Poin kedua yakni bertakwa kepada Allah. Takwa artinya takut yaitu takut kepada Allah SWT. Kita takut akan siksa-Nya, jika kita tidak melaksanakan segala perintah-Nya. Di zaman sekarang ini, banyak orang yang mengatakan bahwa ia takut kepada murka Allah, akan tetapi ia tidak berusaha untuk menjauhi larangan-laranga-Nya.
Tidak sedikit juga manusia yang lebih takut kepada syetan dan binatang buas dibandingkan takut kepada sang pencipta. Bukankah kita sudah tahu bahwa syetan dan binatang buas itu adalah ciptaan Allah?. Kenapa kita lebih takut kepada ciptaan-Nya daripada penciptanya?. Kita boleh saja takut kepada syetan karena seram, akan tetapi jangan sampai rasa takut kita kepada yang demikian itu, melebihi rasa takut kita kepada Allah SWT.
Hanya Allah yang pantas ditakuti, oleh karena itu mari kita kerjakan semua perintah Allah Azza wa Jalla dan mari kita jauhi semua laranganNya agar kita semua termasuk dari golongan orang-orang yang mendapat kebahagiaan di akhirat kelak.
Poin ketiga ialah membenarkan adanya pahala dan surga. Pahala dan surga haruslah kita yakini keberadaannya. Pahala bisa diumpamakan seperti angin, ia tidak terlihat akan tetapi ia pasti ada, begitu juga dengan surga ia pasti ada dan akan dilihat oleh orang-orang yang beruntung di akhirat nanti. Oleh karena itu mari kita yakinkan hati bahwa pahala dan surga itu benar-benar ada dan berusahalah untuk menggapainya agar kebahagiaan dan kemudahan dapat diperoleh dari dunia hingga hari pembalasan. Allah SWT berfirman, yang artinya:“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (QS.At-Thalaq:4)
Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah adalah panduan hidup seorang mukmin menuju hidup bahagia dunia dan akhirat. Kekayaan dan gemerlap duniawi bukan jadi tolak ukur untuk menggapai kebahagiaan. Faktor terpenting yang dapat membuat hidup tenang dan bahagia adalah selalu barsyukur dan taat beribadah mengikuti semua ajaran dari Allah SWT. Maka dari itu marilah kita jadikan Al-Qur’an dan As-sunnah sebagai pedoman hidup di dunia fana. Marilah kita menolong orang lain yang sedang membutuhkan, agar Allah mau menolong ketika kita sedang membutuhkan. Rasulullah mengingatkan kita dalam suatu pidato, yang artinya:
“Wahai manusia bertaubatlah kalian kepada Allah sebelum kalian mati, pergunakan kesempatan hidup ini untuk beramal saleh sebelum kalian sibuk, eratkan hubungan dengan tuhanmu dengan memperanyak dzikir kepadaNya, dan perbanyalah sedekah dengan rahasia atau dengan terang-terangan, maka Allah akan memberi rizki dan menolong serta memberi kemenangan kepada kamu sekalian”
Allah SWT berfirman, yang artinya:
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh maka tuhan akan memasukkan mereka ke dalam rahmatNya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata” (Al-Jatsyiah:30)
Wahai saudaraku seiman dan seakidah marilah kita sama-sama menyesali dosa-dosa yang pernah kita lakukakan di dalam kehidupan dunia ini. Allah Maha Pengampun, Allah Maha Pemaaf, maka dari itu janganlah takut jika dosa-dosa yang pernah kita perbuat tidak dimaafkan oleh-Nya. Mari kita buka lembaran hidup baru dengan kertas yang putih tanpa setitik nodapun yang mengotorinya agar kita sama-sama memperoleh kebahagaan dunia dan di akhirat masuk surga.


0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online