Home » » Dilahirkan Bange 04

Dilahirkan Bange 04


Alhamdulillah” sambut seorang perempuan yang masih terbujur lemah di ranjang setelah melewati proses kelahiran yang sangat rumit itu.
Alhamdulillah ya Allah, Engkau telah selamatkan istri dan anakku” jawab laki-laki yang telah lama menantikan kelahiran bayi pertama mereka.
Setelah selesai dimandikan, bayi itu masih saja terdengar menangis. Hasan berusaha meredam tangisannya namun tidak berhasil. Bayi itu seolah tidak ingin terlahir ke dunia. Entah karena ia tidak ingin terlahir di tengah keluarga petani. Entah karena ia tidak ingin terlahir sebagai orang desa. Entahlah apa yang menjadi penyebab jerit tangis manusia kecil tak berdosa itu. Jari jemari tangannya mengepal. Kepalan tangannya itu seolah ingin menunjukkan kekuatan. Mungkin kelak ia akan menjadi manusia yang kuat, kuat bekerja, kuat belajar ataupun kuat beribadah.
“Kelihatannya dia sudah mulai diam Bang” ujar Aminah kepada suaminya.
“Iya Dek. Abang adzankan sekarang ya”
“Iya Bang, silahkan”
Tubuh bayi itu gemetar mendengar kalam tuhan yang dikumandangkan di telinganya. Ia seolah paham maksud dari kalimat berbahasa arab itu. Kata demi kata seolah ia hayati maknanya. Mutiara kata tuhan yang disenandungkan ayahnya itu memberikan ketenangan dalam relung hatinya yang paling dalam.
Kebahagiaan tak henti masih terpancar dari raut wajah Hasan dan Aminah atas kelahiran putra sulung mereka itu. Walaupun mereka adalah orang tak berpunya, namun pada hari ini seluruh kebahagiaan serasa milik keduanya. Sungguh kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tak bisa diukur dengan uang. Kini, jumlah keluarga kecil mereka pun bertambah menjadi tiga orang, setelah kehadiran bayi mungil yang dilahirkan tanah Bange itu.  



0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online