Home » » Hujan Sakit 01

Hujan Sakit 01

Hujan Sakit

Gumpalan-gumpalan air jatuh dari langit membasahi desa Bange. Kerumunan anak-anak sedang bermain-main di bawahnya. Keceriaan tak terhingga terpancar dari sudut pipi anak-anak masa depan itu. Mereka bak anak-anak yang hidup dalam istana raja, tak pernah sedih, hanya kebahagiaan yang berani menghampiri masa kecil mereka.
Masa anak-anak memang merupakan masa paling indah dalam kehidupan. Masa itu adalah suatu putaran waktu dimana manusia akan merasakan pengalaman yang paling berkesan. Tidak ada sedikitpun beban pikiran. Tidak ada tanggung jawab yang harus diemban. Tidak ada kewajiban yang harus dilaksanakan. Sungguh indah pada periode yang takkan pernah terlupakan itu. Masa itu tidak bisa tuk diulang, tidak bisa tuk diulur. Semua orang kelak hanya mampu bercerita tentang pengalaman masa-masa terindah itu.
“Aku pergi duluan ya teman-teman” ungkap Dayat kepada teman-teman sepermainannya yang masih asyik bermain di bawah hujan.
“Kamu mau pergi kemana ?” tanya salah satu dari mereka.
“Aku mau pulang dulu. Aku takut dicari ayah”
“Kamu tidak boleh pulang. Kita harus pulang sama-sama nanti”
“Aku sudah kedinginan. Aku takut sakit”
“Kamu cemen. Baru main begini saja sudah kedinginan. Pokoknya kamu tidak boleh pulang. Kalau kamu pulang, besok kami tidak mau lagi berteman sama kamu”
“Esok kami tidak mau lagi berteman sama kamu” sebuah kalimat yang memaksa Dayat tuk tetap bertahan di bawah derasnya hujan sore hari itu. Sekujur tubuhnya menggigil. Kedua bibir atas dan bawahnya sudah seperti daging ayam yang dimasukkan di dalam lemari es. Rambutnya bak ijuk hitam yang digerus hujan sepanjang tahun. Semua itu tidak ia pedulikan lagi. Ia tidak mau kehilangan teman. Dayat akhirnya melanjutkan bermain di bawah air langit yang mengguyur bumi itu.

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online