Home » » Hujan Sakit 02

Hujan Sakit 02


Perempuan yang sedang berjalan di bawah payung itu tampak seperti seekor induk ayam yang sedang kehilangan anaknya. Matanya tidak berhenti menatap satu persatu kerumunan anak-anak yang sedang berada di lapangan desa itu. Di depannya tampak beberapa anak-anak yang sedang berkejar-kejaran, bermain bola, dan bermain becek-becekan.
“Dayat….” ujar perempuan itu dengan suara yang beradu dengan kerasnya suara hujan.
Dayat tak sedikitpun menoleh. Barangkali ia tidak mendengar suara perempuan itu. Ia masih saja bermain bola dengan teman-teman sebayanya di tengah lapangan hijau yang sudah mulai berubah menjadi kubangan itu.
“Dayat” sekali lagi Aminah memanggil anaknya.
“Iya Mak, Dayat di sini” jawab Dayat setelah mendengar panggilan emaknya.
“Ayo Nak, pulang. Ayah memanggilmu”
“Iya Mak. Dayat akan datang”
Dayat kembali minta izin kepada teman-temannya. Walau berat hati, teman-temannya itu terpaksa membolehkannya pulang. Pun seandainya teman-temannya itu tidak membolehkannya pulang, ia akan akan tetap pulang juga. Ia pasti lebih menuruti panggilan emaknya dari pada kehendak anak-anak yang semena-mena itu.
***

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online