Home » » Hujan Sakit 03

Hujan Sakit 03


Aminah menutup payung. Diletakkannya payung berwarna hijau itu di depan rumah. “Ayo masuk” ujar perempuan itu kepada anaknya. Dayat ragu untuk masuk ke dalam rumah. Ia takut ayahnya yang penyayang itu akan berubah jadi monster menakutkan jika tahu ia bermain hujan. Jelas ia akan takut, karena beberapa hari yang lalu ayahnya mengatakan jika hujan turun, jangan bermain-main di bawahnya. Ia lupa akan nasehat ayahnya itu ketika teman-temannya jalangnya merasuki pikirannya agar mau bermain hujan. “Ayo masuk, ayah tidak marah kok” sekali lagi Aminah menyuruh Dayat untuk masuk ke dalam rumah.
 “Dayat dari mana ?” tanya Hasan ketika melihat putranya sudah di dalam rumah.
“Dari halaman Yah. Tadi diajak teman-teman, Dayat tidak bisa menolak”
“Dayat sudah lupa nasehat ayah beberapa hari yang lalu.
“Tidak yah, tapi…”
“Ya sudah, untuk hari ini ayah maafkan, tapi tidak untuk berikutnya. Lain kali jangan mau diajak mereka lagi”
“Iya Yah”
“Minta baju sama emak agar tidak kedinginan”

***
Beberapa hari ini Dayat terbujur sakit. Setelah bermain di bawah hujan kemarin, suhu tubuhnya panas dingin. Wajahnya pucat. Makan tidak enak. Tidur tidak nyenyak. Orangtuanya sudah berusaha membeli makanan yang enak-enak agar ia mau makan namun tetap saja ia tidak bernafsu untuk menikmatinya. Nasi terasa pahit. Buah terasa pahit. Minum terasa pahit. Semua terasa pahit.

Bersambung......

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online