Home » » Hujan Sakit 04

Hujan Sakit 04


“Cepat sembuh ya sayang, sebentar lagi kamu akan masuk SD” ucap Hasan sembari memberi semangat untuk putra sulungnya yang sedang terbujur kaku di ranjang lusuh itu.
Dayat hanya bisa membalas ucapan lelaki itu dengan pandangan kasih sayang penuh iba. Pandangan sayu ia jatuhkan tepat di pupil kedua bola mata ayahnya. Hasan terharu bercampur sedih ketika menyambut pandangan anaknya itu. Mata Hasan sudah berkaca-kaca. Ingin sekali ia mengalirkan air mata yang sudah berusaha ia bendung sekuat tenaga dari tadi. Tidak. Ia tidak mau terlihat cengeng di depan anaknya yang sedang sakit itu. Ia harus tegar agar si jantung hatinya itu bisa tegar. Ia tidak mau memperlihatkan rasa putus asa di depan Dayat. Ia ingin, kelak jagoannya itu mampu menjadi manusia yang tangguh.
“Dayat, sayang. Nanti kalau sudah sembuh emak akan bawa Dayat ke pasar lagi ya”
Dayat hanya bisa menganggukkan kepala membalas ucapan perempuan yang paling ia cintai itu.
Berbeda dengan Hasan yang mampu membendung luapan air matanya, Aminah justru sebaliknya, ia menumpahkan air mata yang tak mampu lagi ia bendung ketika melihat buah hatinya itu tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Ia menangis. Di peluknya Dayat. Diciumnya kening putra sulungnya itu. Dibelainya rambut hitam anak kebanggaannya yang sedang terbaring lemah itu.

Aminah tak mampu menyembunyikan naluri perempuannya. Perasaannya sebagai seorang perempuan sangatlah peka dan perasa. Mudah tersentuh. Mudah merasa sedih. Mudah merasa iba. Itulah sifat yang melekat pada diri seorang perempuan. 

Bersambung......

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online