Home » » Sampuraga 02

Sampuraga 02


Sampuraga juga benar-benar merasa berat hati meninggalkan emaknya. Ia tidak tega membiarkan perempuan yang sedari kecil telah membesarkannya itu sendirian di kampung. Hati kecilnya menjerit. Di benaknya tergambar jelas semua pengorbanan yang telah dilakukan sang emak semenjak ia lahir. Langkah kakinya terasa kaku tuk melangkah, namun ia sadar, semua ini harus ia lakukan demi sebuah asa.
Matahari meninggi di atas kepala. Para penduduk terlihat lalu-lalang. Sebagian pemuda tampak mengangkat kayu tuk diantar ke sebuah rumah besar di tengah-tengah kampung itu. Sebagian ibu-ibu dan anak gadisnya tampak menganyam tikar pandan di bawah rumah-rumah panggung yang berjejer dengan rapi.
“Pak, kalau boleh tahu ini daerah apa ya ?” tanya Sampuraga kepada seorang lelaki tua yang sedang lalu-lalang.
“Ini daerah Sirambas Dek. Adek mau kemana ?”
“Sebelumnya maaf Pak, saya Sampuraga. Saya berasal dari Padang Bolak. Niatnya, saya hendak merantau ke Mandailing ini”
“O. Adek mau cari kerja ?”
“Kira-kira begitulah Pak”
“Kalau adek mau cari kerja, langsung saja ke rumah yang besar itu. Rumah itu milik seorang Raja, orang paling kaya di daerah ini. Di sana biasanya banyak pekerjaan”
“Baik Pak. Terimakasih banyak Pak”
Sampuraga terlihat sangat gigih bekerja di rumah Raja itu. Tidak ada  perasaan minder dalam hatinya. Ia tak kenal lelah. Tak ada satu pekerjaan pun yang tidak tepat waktu ia selesaikan. Semua orang sangat senang melihat Sampuraga karena kegigihannya dalam bekerja.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online