Home » » Sampuraga 05

Sampuraga 05


“Benarkahkah Bang ?, kalau memang benar itu emak abang, akui saja. Kasihan emak ini, kita tidak boleh durhaka kepada orangtua” ungkap istri Sampuraga.
“Jangan percaya dengan perempuan pembohong ini istriku. Saya tidak mengenal dia”
“Sampuraga anakku, apakah kau tidak kasihan kepada emakmu yang sudah tua ini. Dimana mata hatimu Nak ?”
“Hei ulu balang, usir perempuan tidak tahu diri ini. Hanya membuat malu saja sama orang banyak”
“Baik tuan” para ulu balang mematuhi.
“Sungguh tega kau buat emak kandungmu seperti binatang. Jangan pernah memanggil saya sebagai emakmu lagi. Saya tidak akan pernah memaafkanmu Sampuraga. Semoga tuhan melaknatmu”
Angin bertiup kencang. Petir saling bersahutan. Hujan deras mengancam. Sampuraga panik. Para tamu orja berlarian menyelamatkan diri. Badai besar tiba-tiba datang menerkam secepat kilat, semuanya sudah tak bisa selamat dari bencana yang mematikan itu.
“Begitulah cerita rakyat Sampuraga. Dayat suka dongengnya ?”
“Iya Yah, Dayat sangat suka”
“Apa hikmah yang dapat Dayat ambil dari dongeng itu ?”
“Hikmah yang dapat kita ambil adalah kita tidak boleh durhaka kepada orangtua. Jika suatu saat kita sukses, kita tidak boleh melupakan orangtua yang telah membesarkan kita sedari kecil”

“Dayat anak ayah yang pintar” ujar Hasan mendengar jawaban dari jagoannya yang sangat cerdas itu.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online