Home » » Semut Nakal 01

Semut Nakal 01

Semut Nakal


 “Begini saja Bang, nanti saya sama si kecil yang pergi mamuro, agar abang tidak perlu tergesa-gesa dari ladang ke sawah”
“Anak kita kan masih kecil Aminah”
“Tidak kok Bang. Si kecil sudah bisa dibawa ke sawah. Umurnya kan sudah mencapai tiga bulan. Orang-orang di kampung juga sudah biasa membawa bayi mereka seumuran jagoan kita ini ke sawah”
“Ya sudah, kalau kamu merasa jagoan kecil ini sudah bisa dibawa ke sawah. Kamu dan si kecil cukup sampai siang saja nanti di sawah. Selepas shalat Zuhur abang sudah pulang dari ladang, agar abang nanti yang melanjutkannya sampai menjelang maghrib”
Aminah mengiyakan perkataan suaminya itu dengan isyarat menganggukkan kepala.
Aminah menggendong bayi yang masih polos itu ke sawah. Perempuan itu sangat berhati-hati ketika melewati jalan setapak yang dipenuhi semak belukar. Sesekali ia tatap raut wajah si kecil. Dalam hati, ia minta maaf kepada belahan jantungnya itu. Ia merasa bersalah karena telah membawa anak tak berdosa itu ke sawah. Ia sebenarnya tidak tega membawa bayi sekecil itu ke sawah, namun keadaan telah memaksanya untuk melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Jika Aminah tidak ke sawah, sudah pasti unggas-unggas liar akan menghabisi padi-padi yang sudah semenjak lama mereka rawat. Suaminya juga tidak mungkin meninggalkan ladang untuk menjaga padi-padi yang sedang menguning itu. Jika Hasan tidak menderes di ladang, maka mereka tidak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online