Home » » Semut Nakal 02

Semut Nakal 02


Unggas-unggas sudah mulai menampakkan wujudnya di persawahan. Sebagian unggas itu mengintai-intai pemilik sawah dari pohon kelapa yang terdapat di pematang sawah. Jika pemiliknya datang, mereka pun akan lari terbirit-birit, lalu mereka akan kembali singgah di ranting-ranting lain.
Makhluk-makhluk jalang itu tidak akan pernah jenuh tuk selalu mencoba hinggap pada tangkai-tangkai padi. Mereka seolah bak para malaikat yang sedang hinggap di tengah hamparan sawah luas. Namun sayang, mereka sangat berbeda jauh dengan makhluk tangan kanan tuhan itu. Bedanya, sayap yang menyatu pada tubuh mereka itu selalu digunakan untuk mempermudah niat mencuri padi-padi para petani, sedangkan sayap para malaikat tuhan selalu dipergunakan kepada jalan kebaikan.
“Hus…. Unggas liar. Jangan ganggu padi kami” ujar Aminah ketika melihat unggas sudah mulai berhinggapan di bulir padi.
Sesekali ia menggerakkan kayu yang sudah ditancapkan di setiap sudut sawah. Kayu itu ditancapkan Hasan beberapa hari yang lalu. Kayu itu dipakaikan baju yang sudah tidak terpakai lagi. Dipakaikan topi bekas. Orang-orangan sawah itu persis bak manusia yang sedang berdiri di tengah areal persawahan. Selain itu, orang-orangan sawah itu juga dikasi kaleng yang sudah diisi krekel agar mengeluarkan suara ketika digerakkan.

Aminah menuju gubuk. Ia mengikatkan selendang di siku-siku gubuk sawah itu. Ia lilit-lilitkan selendang itu hingga menjadi sebuah ayunan sederhana bercita rasa seni tinggi. Sederhana memang, tapi tidak semua orang bisa membuat ayunan seperti itu. Hanya segelintir orang tertentu saja yang bisa membuatnya. 

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online