Home » » Semut Nakal 04

Semut Nakal 04


Bayi kecil itu akhirnya tertidur. Ia seolah paham maksud dari Aminah. Ia pergi bermain-main ke taman alam bawah sadar agar emaknya leluasa mamuro. Aminah memandangi wajah bayinya yang sudah tertidur. Ia kecup kening bayi itu. “Tidur yang nyenyak ya sayang, emak pergi ke pematang sawah dulu” ujar perempuan itu sembari beranjak untuk mengusir unggas yang kembali menghampiri padi.
***
“Owek-owek” bayi itu menangis.
Suaranya terdengar ke telinga Aminah yang sedang berdiri di tengah hamparan padi.
“Tunggu sayang, emak datang”
Aminah berusaha meredakan tangis buah hatinya. Ia gendong bayi itu. Bayi itu masih saja tidak mau diam. Tangisannya semakin keras, sehingga membuat unggas-unggas yang hinggap berhamburan. Aminah heran. Tidak biasanya si kecil menangis seperti itu. Ia berusaha mendiamkan sekuat tenaga. Dipandanginya wajah si kecil yang masih saja menangis. Tanpa sengaja, ia melihat ada bekas gigitan semut di pipi kanan si jantung hatinya itu. Ia pun kasihan melihat pipi bayinya yang memerah akibat bekas gigitan binatang tak bertanggung jawab itu.
“Maafkan emak ya sayang. Emak terpaksa harus meninggalkan kamu sendirian di gubuk ini agar padi kita tidak dihabisi unggas”

Aminah merasa sangat bersalah kepada buah hatinya itu. Ingin sekali ia balas dendam kepada semut nakal yang telah berani membuat jagoan kecilnya menangis. Andai saja ia bisa menemukan binatang pecundang itu, niscaya akan ia bunuh dengan murkanya. Akan ia buat semut itu menangis melebihi tangisan si jantung hatinya itu. Rasa sesal, marah dan iba pun membentuk segitiga dalam pikirannya.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online