Home » » Hutang Ayah 03

Hutang Ayah 03


“Bang, sebelumnya saya minta maaf karena sudah terlalu sering menyusahkan keluarga abang”
“Tidak masalah, ada apa Hasan ?”
“Begini Bang. Saya kemarin berhutang kepada Jalandit. Semalam dia ke rumah menagih hutang itu karena ada keperluan mendadak, sedangkan saat ini saya belum ada uang untuk membayarnya”
“Jadi maksudnya ?”
“Maksudnya, saya ingin minta bantuan abang lagi. Saya ingin meminjam uang abang lagi. Insyaallah Minggu depan akan saya ganti”
“Sabenarnya abang juga sedang tidak ada duit Hasan, tapi biarlah saya coba tanyakan ke ibu anak-anak, mungkin dia masih ada uang simpanan”
“Bu, ini Hasan datang, dia lagi butuh uang. Ibu masih ada simpanan ?”
“Ada sih Bang sedikit lagi. Hasan butuh berapa ?” tanya perempuan yang sudah semenjak lama dinikahi abang kandungnya itu sembari berjalan dari arah dapur.
“Lima ratus ribu kak”
“O, saya cek sebentar, apa masih cukup”
Perempuan itu berjalan menuju kamar untuk melihat jumlah uang yang ia simpan.
“Apakah uangnya masih cukup istriku ?”
“Masih Bang”
Perempuan itu berhenti sejenak di sebelah suaminya untuk memastikan hitungan uang yang ia ambil dari kamar.
“Ini Hasan uangnya” ujar perempuan itu sembari memberikan uang yang sedang ia pegang kepada Hasan.
“Saya pakai dulu Kak, Bang. Insyaallah akan secepatnya saya kembalikan”

Hasan meninggalkan rumah abangnya itu dengan penuh syukur. Seandainya kedua suami istri itu tidak memberikannya pinjaman uang, niscaya ia tidak akan tahu lagi harus mengadu kemana. Ia takkan pernah melupakan kebaikan kedua suami istri itu. Ia akan selalu mengingat semua pertolongan yang telah diberikan orang lain kepadanya. Ia takkan pernah melupakan itu. Hutang budi dibawa mati.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online