Home » » Sawah 02

Sawah 02


“Dayat sudah pulang sekolah ?” sapa Aminah dari pematangan sawah ketika melihat anaknya sudah sampai di sawah.
“Sudah Mak”
“Gimana hari pertama sekolahnya Nak, Menyenangkan ?”
“Iya Mak, sangat menyenangkan. Dayat sekarang sudah punya guru dan teman-teman baru”
“Baguslah kalau begitu. Tunggu emak di pondok aja ya”
“Iya Mak. Mak, ayah dimana ?”
“Ayah masih di ladang”
Dayat pandangi wajah emaknya yang sedang bekerja di tengah pematang sawah. Ia merasa sangat iba melihat kegigihan perempuan perkasa itu. Cucuran keringat membasahi wajah emaknya di bawah panas terik mentari.
“Yat, kita makan siang dulu ya Nak” ujar Aminah ketika sudah berada di gubuk yang sudah mulai reot itu.
“Dayat tadi sudah makan di rumah Mak”
“Tidak masalah, kita makan lagi yuk ”                  
“Dayat sudah kenyang”
“Ya sudah kalau Dayat gak mau, emak makan dulu ya”
“Iya Mak”

Dayat pandangi wajah emaknya yang sedang makan siang. Wajah perempuan itu sudah mulai mengeriput. Bintik-bintik hitam mulai mengotori pipinya. Kulit wajahnya tidak secantik dulu lagi. Perempuan itu dulunya seorang bunga desa yang sangat semerbak. Berdasarkan cerita ayahnya, dulu banyak lelaki yang berniat mempersunting emaknya, namun hati perempuan itu hanya bisa berlabuh pada lelaki yang sekarang ia panggil ayah.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online