Home » » Sawah 04

Sawah 04


“Kenapa ayah sama emak tidak tammat SD ?” tanya Dayat penasaran.
“Pahit Nak untuk diceritakan. Kakekmu dulu tidak sanggup menyekolahkan ayah. Ayah terpaksa harus ikut bekerja mencari nafkah. Ayah harus turut bekerja dengan kakek-nenekmu di sawah dan ladang milik orang lain agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Begitu juga dengan emakmu. Kakek dan nenek dari emakmu juga termasuk keluarga yang kurang mampu”
Butiran-butiran airmata terbungkam di sudut mata Hasan mengingat kenangan pilu masa silam itu.
Dayat tampak iba mendengar kisah hidup yang diceritakan lelaki itu. Matanya sayu. Tatapannya berkaca-kaca. Iya yakin, ayahnya tidak akan merasakan penderitaan hidup seperti ini jika kakek dan neneknya dulu mampu menyekolahkan lelaki mulia itu. Jika dulu ayahnya bisa sekolah, lelaki itu pasti akan rajin belajar, menghafal dan mendengarkan setiap nasehat dari gurunya. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Jika sudah takdir, manusia tidak dapat berkehendak. Manusia hanya mampu berusaha dan berdoa. Jika usaha dan doa yang dipanjatkan belum diijabah tuhan, mungkin realita hidup seperti itulah yang terbaik untuk dijalani. Kelak kan ada hikmahnya.
 “Dayat tidak boleh sedih. Ayah akan berjuang agar Dayat bisa tetap sekolah. Yang penting Dayat harus rajin belajar ya Nak”
“Iya Yah” jawab Dayat mengemban amanah dari ayahnya.

Kini Dayat tahu arti dari sebuah pendidikan. Pendidikan itu bermanfaat seumur hidup. Dengan pendidikan seorang manusia itu akan mulia di sisi manusia, terlebih-lebih di sisi tuhan. Pendidikan bisa membuat seorang manusia hidup layak. Pendidikan bisa mengangkat derajat keluarga. Dayat berniat dalam hati akan terus berjuang tuk bisa tetap sekolah agar kelak ia bisa membahagiakan kedua orangtuanya.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online