Home » » Sekolah Dasar 04

Sekolah Dasar 04


“Syukurlah kalau begitu. Baiklah, karena hari ini merupakan hari pertama kita masuk sekolah, maka untuk itu ibu akan memperkenalkan diri. Nama ibu Aini Nasution. Kalian bisa memanggil ibu dengan sebutan ibu Nasution. Ibu mengajar pelajaran Matematika” kata perempuan yang sedang mengenakan baju berwarna hijau itu.
Setelah memperkenalkan diri, Bu Nasution memberikan nasehat kepada para murid baru itu. Anak-anak itu sangat senang mendengar setiap kata yang mengalir dari lisan perempuan muda itu. Mendengar nasehat Bu Nasution, Dayat teringat kepada mimik wajah kedua orangtuanya saat menasehatinya di rumah. Dayat mendengarkan nasehat gurunya itu dengan khusuk. Ia mengamalkan perintah emaknya dua hari silam, bahwa seorang guru itu harus dihormati dan nasehatnya harus di dengar karena mereka adalah pengganti orangtua di sekolah.
Bu Nasution adalah seorang guru muda yang penyabar dan suka dengan dunia anak-anak. Tak ada sedikitpun rasa gusarnya ketika melihat beberapa murid yang sedang bermain-main di belakang saat ia sedang bernasehat. “Jangan ribut di belakang Nak” ujar perempuan berwajah manis itu. “Kalau kita ribut saat guru bernasehat, nanti apa yang dikatakan guru itu kita tidak akan tahu, oleh sebab itu anak-anak ibu sekalian tidak boleh bermain-main ketika ibu sedang bicara di depan” tambah Bu Nasution.
Selepas memberi nasehat, Bu Nasution memperkenalkan bilangan dari angka satu sampai sepuluh. Anak-anak itu sangat antusias mengikuti pelajaran pertama itu. Mereka mengikuti ucapan bilangan angka yang disebut perempuan itu. Bu Nasution tampak bangga melihat semangat murid barunya itu tuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Ia pandangi satu persatu wajah anak didiknya itu. Ada yang pemberani berbicara, tampak dari suara mereka yang keras saat melafalkan bilangan angka. Ada yang pemalu, tampak dari caranya membuka mulut. Ada yang pendiam, tampak hanya sekedarnya saja mengeluarkan suara. Pun begitu, Bu Nasution tidak akan pernah membeda-bedakan mereka. Ia akan mencintai dan menyayangi anak-anak masa depan bangsa itu sama seperti mencintai dirinya sendiri.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online