Home » » Tidak Ada Uang Jajan 02

Tidak Ada Uang Jajan 02


Anak nan polos itupun beranjak dari rumah menuju sekolah. Ia langkahkan kakinya dengan perasaan tidak menentu. Ia tak mampu tuk mengeluh. Seandainya pun ia mengeluh, tidak akan mengubah kepiluan hidup yang sedang ia jalani. Anak itu sudah paham bahwa keluarganya sedang hidup di balik jeruji kemiskinan.
. Sementara itu Aminah tetap berdiri di pintu rumah. Tatapan sayunya mengantarkan keberangkatan putra sulungnya itu menuju sekolah. Hati kecilnya iba ketika melihat kelapangan hati anaknya itu dalam menerima semua kenyataan hidup.
***
“Ceng, ceng, ceng” suara besi padat itu terdengar di seantero lingkungan sekolah.
Setiap benda itu berbunyi akan ada tiga isyarat yang ia sampaikan kepada para guru dan murid yang ada di SD Negeri 147545 Bange itu. Bunyi lonceng pertama akan mengisyaratkan masuk sekolah. Bunyi lonceng ke dua menandakan jam istirahat. Bunyi yang ketiga akan mengisyaratkan waktu pulang. Bunyi yang terdengar saat ini adalah bunyilonceng kedua. Secara tidak langsung berarti lonceng itu sedang menyuruh para guru dan murid untuk menghentikan semua proses belajar-mengajarnya. Mereka diintruksikan agar keluar dari kelas untuk istirahat sekitar dua puluh menit.
“Anak-anak karena lonceng istirahat sudah berbunyi maka pelajaran Matematika, kita cukupkan sampai di sini” ujar ibu guru yang sedang memakai baju warna hitam itu.
“Iya Bu” jawab para murid serentak.

Anak-anak tampak memasukkan buku dan alat tulis mereka ke dalam tas masing-masing. Sesekali terdengar suara beberapa murid yang sedang mengobrol tentang pelajaran setelah istirahat. Sebagian yang lain terdengar sedang membicarakan tentang makanan di kantin.

Bersambung.....

0 comments:

Berlangganan Kampedia Gratis

Terpopuler di Kampedia

Kirim Pesan ke Kampedia

Name

Email *

Message *

Online